Belajar Dari Sebutir Telur Ayam

Belajar Dari Sebutir Telur Ayam

Apa yang anda perhatikan dari sebutir telur ayam kampung?

Bentuknya atau isinya? Bukan masalah bentuknya yang lonjong.

Ataupun isinya yang selalu bermanfaat buat kehidupan manusia. Namun  disini kita berbicara masalah bagaimana proses seekor induk ayam kampung dalam menghasilkan telur sampai menetas menjadi anak ayam.

Dimulai saat bertelurpun. Induk ayam pun dengan semangatnya. Berketok nyaring sehingga kita yang berada di sekitarnya pun tahu bahwa si ayam ini pasti sedang bertelur.

Saat bertelur dengan semangat. Ini menunjukkan bahwa sang ayam sangat termotivasi menghasilkan telur. Bila si ayam ini dapat berbicara saya yakin dia pasti berkata,”Nih, gua berhasil.”

Sama seperti kita ketika mendapatkan apa yang telah kita impikan tentu kita menjadi semangat.

Nah, sekarang saat proses telur menetas menjadi seekor anak ayam. Perlu diberi sebuah kehangatan dari induknya. Waktu menetas pun sudah ditentukan mnimal 21 hari atau lebih.

Saat menetas pun si calon anak ayam inipun akan melalui proses dengan retak sedikit demi sedikit cangkang telur. Lalu secara perlahan ketika lubang sudah cukup besar maka telurpun akan terbelah dua. Secara perlahan dengan lembut si anak ayam yang masih merah ini akan keluar dari cangkang telurnya.

Apa yang dapat dipelajari dari telur ayam ini?

Saat si ayam berhasil bertelur. Sebenarnya sama dengan kita ketika memperolah ide atau insight baru. Mungkin kita akan berteriak, Eureka !

Eureka adalah  teriakan Archimedes, ketika ia masuk kedalam bak mandi dan menyadari bahwa permukaan air naik, sehingga ia menemukan bahwa berat air yang tumpah sama dengan gaya yang diterima tubuhnya.

Eureka adalah kata seruan yang digunakan untuk melambangkan penemuan suatu hal. Kata ini berasal dari bahasa Yunani Εὕρηκα/Ηὕρηκα – Heurēka/Hēurēka yang berarti “Aku telah menemukannya.”

Proses mengerami telur. Adalah sebuah proses perjalanan yang perlu kita lalui apakah ide yang telah kita temukan ini sesuai dengan hasil yang diharapkan. Disinilah kita perlu proses kehangatan dari bimbingan dari seorang mentor.

Tugas seorang mentoring adalah memberikan sebuah bimbingan supaya sang mentee (orang yang dimentor) berhasil melalui proses kehidupannya sehingga berhasil mendapatkan apa yang telah dirintisnya atau dijalaninya.

Proses Telur Menetas. Nah ini lah proses yang sangat menentukan. Saat si anak ayam mau menetas. Maka si cangkang telur akan pecah dengan sendirinya. Tanpa perlu dibantu oleh siapapun. Artinya disini saat kita menemukan motivasi dalam diri kita. Kita akan menjadi kuat oleh keadaan apapun juga.  Karena motivasi ini berasal dari dalam bukan dari luar.

Coba perhatikan bila telur itu retak sedikit. Kemudian dengan sengaja kita bantu menambah retaknya. Tujuan baik supaya si anak ayam cepat keluar. Apa yang terjadi? Mungkin saja si anak ayam menjadi mati. Karena apa? Ya itu tadi dia tidak mengalami prosesnya.

Bila proses sudah dialami maka percayalah kita menjadi kuat dalam menghadapai kondisi apapun juga.

Sumber : http://www.pemimpinremaja.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s